Tidak Butuh Orang Kuat, Kami Butuh Orang Bersahaja


Ekspektasi terhadap satu figur yang memiliki sejarah panjang, memberikan pemahaman yang baik. Bahwasannya rakyat tidak butuh orang yang Kuat. Kuat dalam arti mampu mempengaruhi dan “menciptakan” masa dengan kekuatan ekonominya. Namun di atas segalanya, di era demokrasi dewasa ini, yang dibutuhkan adalah Orang Bersahaja. Tentunya ini diartikan sebagai orang yang dapat diterima dalam segala keadaannya, karena dari situ kekuasaan akan menjadi tidak penting. Namun makna pengakuan dan ketulusan untuk diarahkan menjadi terdepan. 

Saat keputusan yang diambil cukup kontroversial dan mencengangkan oleh sebagian besar masyarakat, memberikan alat ukur evaluasi yang baik. Sebagian besar akan menilai ini adalah kekeliruan. Ironinya sangat mendasar serta berdampak luas. Setiap sudut pemikiran akan dipenuhi tanda tanya, apakah ini benar spekulasi sepihak, ataukah gerombolan pemikir yang didominasi ruang emosi sesaat dalam pikirannya. Susah untuk dijawab.

Gol Bunuh diri dianggap cara untuk memenangkan pertandingan. Alias tidak sportif. Jika Hasrat sudah menjadi landasan untuk bertindak, maka akal sehat sudah menjadi terabaikan. Bersisa hanya sindiran, caci maki, serta citra buruk yang susah untuk dilupakan. Layaknya bangunan pencakar langit yang megah runtuh, rata dengan tanah, kemudian orang hanya memandang sebagai rumah kuno terlupakan. Konsekuensi tidak bisa dihindari dan harus diterima oleh sekujur tubuh, “tamat karir anda”. Apapun rasionalisasi / alasannya, tidak bisa diterima dan susah dimengerti, karena antipati dan tidak percaya.

Mengertilah, ini pertarungan citra baik. Bukan semata adu kekuatan masa. Apalagi masa yang ada sekarang ini hanya bisa mencaci dan memfitnah serta membuat kegaduhan. Sejalan dan meminjam istilah dari beberapa orang, saat ini yang dibutuhkan adalah Orang Bersahaja. Sehebat dan sekuat apapun, tidak bisa menjamin keberhasilan anda menjadi orang nomor 1 di negeri ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s