<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://latuperissamedia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://latuperissamedia.wordpress.com</link>
	<description>Tidak ada ruang dan waktu yang benar-benar otonom</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Dec 2011 14:32:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='latuperissamedia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://latuperissamedia.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://latuperissamedia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ikan Besar di Kolam Kecil</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2011/06/24/ikan-besar-di-kolam-kecil/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2011/06/24/ikan-besar-di-kolam-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 14:37:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah argumentasi baru saja saya baca, dalam buku dengan judul &#8220;Connected&#8221;, karangan Nicholas A. Christakis, M.D., Ph.D. &#38; James H. Flower, Ph.D. Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan percobaan fenomena menunjukkan bahwa seringkali orang lebih memperhatikan kekedudukan relatifnya di dunia daripada kedudukan absolutnya. Orang &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2011/06/24/ikan-besar-di-kolam-kecil/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=62&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah argumentasi baru saja saya baca, dalam buku dengan judul &#8220;Connected&#8221;, karangan Nicholas A. Christakis, M.D., Ph.D. &amp; James H. Flower, Ph.D. Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan percobaan fenomena menunjukkan bahwa seringkali orang lebih memperhatikan kekedudukan relatifnya di dunia daripada kedudukan absolutnya. Orang mengukur kemakmuran bukan berdasarkan berapa banyak uang yang mereka dapat atau berapa banyak barang yang mereka konsumsi, tetapi justru berapa yang mereka dapat atau konsumsi dibandingkan dengan orang lain yang mereka kenal.</p>
<p>Kritik tajam terhadap kehidupan sosial manusia modern. Hal tersebut berani saya katakan, karena fenomena tersebut semakin menjadi-jadi. Terlebih lagi ketika kita &#8220;terjebak&#8221; dalam peliknya persoalan kemasyarakatan di negara dunia ketiga.<span id="more-62"></span></p>
<p>Terkadang keputusan-keputusan irrasional oleh manusia-manusia &#8220;konsumtif&#8221; di negara berkembang sangat dipengarahi oleh lingkungan sekitarnya (baca : orang-orang terdekatnya). Mengkonsumsi bukan berangkat dari kebutuhan, terkadang dan bahkan seringkali lebih disebabkan karena keinginan apa yang dimiliki oleh orang lain.</p>
<p>&#8216;Ketegangan&#8217; seperti inilah yang bisa saja menyebabkan &#8220;penyakit-penyakit&#8221; masyarakat. sebut saja Korupsi. Imbas dari &#8220;ketegangan syaraf&#8221; melihat keadaan orang lain, sedangkan kenyataan absolut kita belumlah memadai.</p>
<p>Kita terlalu senang menjadi ikan besar di dalam kolam yang kecil. Akibat dari ukuran yang kita pakai selalu saja ukuran dari entitas orang lain. Sekiranya, lebih bahagia untuk berpadan pada yang ada.</p>
<br />Filed under: <a href='http://latuperissamedia.wordpress.com/category/activities/'>Activities</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=62&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2011/06/24/ikan-besar-di-kolam-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Utopia, Hidup Sejahtera yang Merata</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/08/26/utopia-hidup-sejahtera-yang-merata/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/08/26/utopia-hidup-sejahtera-yang-merata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 11:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Sesaat setelah membaca sebuah artikel yang ditulis oleh seorang Guru Besar FE UKSW, dengan Judul Neo-liberalisme dan Neo-sosialisme, dalam sudut pikiran saya mulai muncul sebuah respon balik. Respon berbentuk pertanyaan-pertanyaan, yang muncul karena ternyata kita sedang berada pada dunia yang &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/08/26/utopia-hidup-sejahtera-yang-merata/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=42&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesaat setelah membaca sebuah artikel yang ditulis oleh seorang Guru Besar FE UKSW, dengan Judul <a href="http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/20/212/138270/neoliberalisme-vs-neososialisme">Neo-liberalisme dan Neo-sosialisme</a>, dalam sudut pikiran saya mulai muncul sebuah respon balik. Respon berbentuk pertanyaan-pertanyaan, yang muncul karena ternyata kita sedang berada pada dunia yang terus berusaha untuk &#8220;sempurna&#8221;. Sayangnya, keadaan (Entah <em>Walfare State</em> ataupun <em>Social State</em>) yang diidamkan tidak kunjung tiba, yang ada hanyalah kontradiksi dalam sebuah dialektika yang tak berujung pangkal.</p>
<p>Contoh simple, Kehadiran &#8220;<em>Reagenomics</em> dan <em>Thatcherism</em>&#8220;, oleh sebagian orang dianggap sebagai obat mujarab bagi krisis ekonomi yang tejadi di akhir tahun 70-an hingga awal tahun 80-an. Persoalan efisiensi <span id="more-42"></span>pasar yang digembar-gemborkan melalui reduksi intervensi pemerintah dalam kebijakan fiskal dan kebebasan seluas-luasnya kepada individu untuk berperan di pasar, menjadi trend disosialisasikan ke Negara-negara sedang berkembang. Neo-liberalime dipropagandakan layaknya angin surga yang akan menyegarkan dan mensejahterakan sebagian besar umat manusia.</p>
<p>Tapi apa lacur, hingga sekarang angin surga yang ditawarkan tampaknya belum benar-benar menjadi angin surga. Bahkan tidak sedikit negara sedang berkembang mengalami &#8220;angin topan&#8221; yang memporakporandakan tatanan ekonomi mereka di penghujung abad ke 20. Menjadi teringat dengan ungkapan seorang teman saya, &#8220;Apapun tidak akan pernah menjamin apapun&#8221; saat kita berhadapan dengan kenyataan hidup. Sangatlah wajar ketika ada kelompok yang mempertanyakan kegagalan konsep penataan ekonomi tersebut.</p>
<p>Realitas kehidupan mutlak akan selalu menunjukkan dua sisi ekstrim yang terus berinteraksi menciptakan keseimbangan. Menarik pemikiran dari filosofis tersebut, ketika kita melihat ada satu wilayah yang sejahtera, di sebelah sisi yang lain akan terlihat kebalikaannya. Artinya, saat kita berdiskusi tentang kesejahteraan dan kemakmuran, sebenarnya disaat itulah kita akan memberikan ruang untuk &#8220;pemiskinan&#8221; terjadi. Makanya tidaklah aneh sosialis utopia muncul kepermukaan mempertanyakan paham kapitalisme.</p>
<p>Disinilah kita sama-sama diperhadapkan pada persoalan yang tak akan berujung. Ketika impian indah penataan ekonomi dalam sebuah sistem sosial ataupun sistem ekonomi pasar yang mengedepankan privatisasi dan liberalisasi pasar digembar-gemborkan, kesemuanya akan menuai pro dan kontra. Sehingga benar adanya kita, keabadian itu utopis dan kefanaan adalah yang hakiki.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latuperissamedia.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latuperissamedia.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=42&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/08/26/utopia-hidup-sejahtera-yang-merata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika &#8220;Negarawan&#8221; Bicara Golput</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/07/10/ketika-negarawan-bicara-golput/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/07/10/ketika-negarawan-bicara-golput/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 12:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Orang-orang golput seharusnya tidak boleh menjadi WNI, karena mereka menghancurkan sistem dan tatanan demokrasi serta perundang-undangan di negara ini&#8221; Kalimat diatas merupakan statement yang dilontarkan oleh seorang, yang katanya negarawan oleh sebagian orang, Megawati Soekarnoputri, saat memberikan orasi dalam Kampanye &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/07/10/ketika-negarawan-bicara-golput/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=36&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Orang-orang golput seharusnya tidak boleh menjadi WNI, karena mereka menghancurkan sistem dan tatanan demokrasi serta perundang-undangan di negara ini&#8221;</p></blockquote>
<p>Kalimat diatas merupakan statement yang dilontarkan oleh seorang, yang katanya negarawan oleh sebagian orang, <strong>Megawati Soekarnoputri</strong>, saat memberikan orasi dalam Kampanye pemilihan Gubernur Maluku <em>(www.Kompas.com)</em>. Masih dalam ingatan saya, sebelumnya Megawati juga pernah mengatakan bahwa &#8220;Golput adalah tindakan egois&#8221; disela-sela kampanye di Tegal, Jawa Tengah. Tak luput pula, Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden, juga pernah melontarkan hal senada.</p>
<p>Pertanyaannya, apa sih sebenarnya yang dipermasalahkan dari kelompok masyarakat yang mengatakan dirinya Golput, sehingga seorang &#8220;negarawan&#8221; sekelas Megawati dan<span id="more-36"></span> JK melontarkan kata-kata yang cenderung &#8220;mengecam&#8221; Golput. Berangkat dari rasa dan jiwa nasionaliskah? atau ketakutan-ketakutan?. Karena visionernya seorang pemimpin menterjemahkan makna demokratisasi atau karena takut duduk dikursi pecundang?. Semoga saja saya salah&#8230;.</p>
<p>Fenomena Golongan Putih, bukan barang baru untuk dibicarakan. Era Orde Baru yang katanya telah tergantikan oleh orde reformasi, fenomena Golput telah memberikan warna dalam tatanan perpolitikan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Fenomena Golput lahir akibat ketidakpuasan masyarakat akibat menghadapi &#8220;kesewenang-wenangan politik Penguasa&#8221; pada saat itu. Arif Budiman, Marsilam Simanjuntak, Asmara Nababan, dan beberapa aktifis lainnya merupakan nama-nama pencetus gerakan tersebut, sekitar tahun 1971. Pembatasan Partai Politik yang termaktub dalam UU Pemilu no. 15/1969, dianggap menjadi portal pembatas munculnya partai-partai politik dan mengkebiri (menghabat pertumbuhan) demokrasi.</p>
<p>Hingga Pemilu tahun 1992, gerakan ini masih saja terjadi, dan bahkan semakin meluas. Menarik untuk dicermati, Golput ternyata menyebabkan kegerahan dikalangan kelompok-kelompok penguasa. Kentara sekali dari para Pejabat dengan latar belakang Militer dan Pemimpin Umat yang masuk dalam kancah perpolitikan. Tindakan Represif dan Fatwa menjadi senjata memerangi &#8220;kedahyatan&#8221; Golput. Sejarah membuktikan tidak mempan dan semakin menjadi-jadi.</p>
<p><strong>Memilih untuk Tidak Memilih</strong></p>
<p>Paska Orde Baru, memang mereda kampanye Golput. Sistem Perpolitakan yang mulai terbuka bagi kemunculan partai baru, membawa masyarakat memiliki banyak pilihan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakil rakyat yang dapat mengemban aspirasinya. Tetapi apa lacur, terdapat beberapa kelompok masyarakat yang mulai jengah dengan perilaku para pengemban amanat rakyat. Pemain-pemain di Orde Baru masih menampakkan batang hidungnya, bahkan dominan duduk di puncak-puncak lembaga perpolitikan tersebut (partai).</p>
<p>Selain itu, Pemimpin-pemimpin harapan masyarakat (hasil pemilu) dianggap tidak pernah menepati janji-janji manis kampanyenya. Wakil Rakyat tidak dapat menjadi corong aspirasi yang diharapkan dan bahkan berperilaku yang tidak mencirikan benar-benar wakil rakyat.</p>
<p>Memanaslah &#8220;mesin&#8221; Golput dan membawanya melaju kencang. Golput akibat krisis kepercayaan dan Apatisme masyarakat terhadap sistem perpolitikan yang akan membawa perubahan. Hasil Pemilu tidak pernah menyentuh masyarakat. Masyarakat <em>Capek</em> datang ke TPS (tempat pemungutan suara), manfaatnya tidak terasa. Perubahan yang didambakan urung terjadi dan tidak menunjukkan gejala-gejalanya. Berkembanglah jargon &#8220;Jika harus memilih, maka memilihlah untuk tidak memilih&#8221;.</p>
<p>Jika saya amati, sebenarnya momentum Golput bukan terjadi dengan sendirinya. Hukum sebab-akibat, aksi-reaksi berlaku disini. Golput yang muncul di era Orde Baru dan era reformasi memiliki kesamaan sekaligus juga perbedaan. Kesamaannya, sama-sama berangkat dari ketidakpuasan. Ketidakpuasan yang menyebabkan perlawanan. Sedangkan perbedaannya adalah penyebab-penyebab dan substansi dari ketidakpuasan itu sendiri.</p>
<p><strong>Dalih Pendidikan Politik</strong></p>
<p>Tjahjo Kumolo, Ketua Bapilu PDIP, ketika diwawancarai oleh Wartawan, mengatakan bahwa ungkapan Megawati (seperti yang tertera diatas) adalah sebagai Pedidikan Politik bagi rakyat. Megawati mengajak seluruh warga untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan siapa yang layak memimpin daerah atau negara ini, tidak hanya menggunakan hak dan kewajibannya. (Rakyat Merdeka, 8/7)</p>
<p>Saya mengatakan itu sebuah dalih, karena <em>pertama</em>, terlalu mengada-ada stetmen tersebut. Rakyat sudah cukup pandai, tidak perlu digurui dengan ungkapan yang demikian. Rakyat sudah dewasa untuk menentukan pilihannya secara otodidak. Krisis kepercayaan akibat terus dibodohi dan dibohongi oleh para negarawan bukanlah pepesan kosong.</p>
<p><em>kedua</em>, Jika rakyat diajak terlibat dalam pengambilan keputusan siapa yang layak jadi pemimpin, rakyat sudah tidak mau dijadikan kambing hitam jika ternyata pilihannya keliru dan tidak sesuai dengan harapan. perlu digaris bawahi, Trauma dengan peristiwa masa lalu tidak dapat hilang dari ingatan dengan mudah.</p>
<p>Menarik memang ketika seorang Negarawan bicara tentang Golput. Bahkan kelihatan kebakaran jenggot ketika angka Golput semakin meningkat. Keliru jika keberadaan Golput dikecam dengan kata-kata yang &#8220;tidak negarawan&#8221; (terkesan tidak mengayomi dan melindungi warga negara). Saya kira rakyat hanya <strong>butuh pembuktian</strong> saja oleh elitis atau negarawan. Bukannya terus dikecam dan direpresif. Saya kira tindakan tersebut akan membuat gerakan Golput semakin meluas dan menjadi-jadi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latuperissamedia.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latuperissamedia.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=36&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/07/10/ketika-negarawan-bicara-golput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Euro 2008 : Eksploitasi Besar-besaran terhadap Bangsa Penonton</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/06/30/euro-2008-eksploitasi-besar-besaran-terhadap-bangsa-penonton/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/06/30/euro-2008-eksploitasi-besar-besaran-terhadap-bangsa-penonton/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 06:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Revolusi Industri yang terjadi pada akhir abad 18, telah berhasil me-reform peradaban ekonomi di dataran eropa. Tak terkecuali, Paradigma ekonomi yang berpondasikan industri padat karya, diformat ulang menjadi industri yang padat mesin dan teknologi. Meski terdapat ekses negatif yang dimunculkan, &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/06/30/euro-2008-eksploitasi-besar-besaran-terhadap-bangsa-penonton/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=30&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://latuperissamedia.files.wordpress.com/2008/07/euro-20081.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-33" src="http://latuperissamedia.files.wordpress.com/2008/07/euro-20081.jpg?w=150&#038;h=94" alt="" width="150" height="94" /></a>Revolusi Industri yang terjadi pada akhir abad 18, telah berhasil me-<em>reform</em> peradaban ekonomi di dataran eropa. Tak terkecuali, Paradigma ekonomi yang berpondasikan industri padat karya, diformat ulang menjadi industri yang padat mesin dan teknologi. Meski terdapat ekses negatif yang dimunculkan, akan tetapi sebagian besar mahluk berakal telah merasakan kenikmatan dampak dari sejarah dunia ini. Tentunya, Ekonomi yang kapitalistik semakin dipercayai akan memberikan kesejahteraan dunia.</p>
<p>Tetapi tunggu dulu!, bagaimana dengan kesejahteraan yang merata? sudahkah ada kejelasan mengenai <span id="more-30"></span>ekonomi kapitalis berhasil menggerakkan mesin kesejahteraannya di <em>Bottom of the Pyramid</em> (dli. masyarakat miskin di negara sedang berkembang)?. <em>Trickeldown effect</em> masih harus dipertanyakan, karena ternyata masyarakat di negara sedang berkembang hanya menjadi penonton yang duduk manis, terhipnotis dengan kemegahan dan kemapanan ekonomi negara maju.</p>
<p><strong>Industrialisasi Sepak Bola</strong></p>
<p>Euro 2008, Pagelaran sepak bola akbar di dataran Eropa baru saja usai. Spanyol, negara yang memiliki industri sepak bola yang maju pesat dan berhasil bersaing dengan <em>Premier league</em> Inggris, berhasil menjadi kampiun. Jerman yang sering menjadi barometer persepakbolaan dunia, didudukkan di kursi <em>runner up</em>. Sontak seluruh masyarakat Spanyol turun ke jalan menggelar pesta bagi kemenangan Tim kesayangannya yang haus gelar. Bagaimana tidak haus, sejak 44 tahun silam mereka tidak memiliki gelar apa-apa di kancah sepak bola eropa.</p>
<p>Mengutip ungkapan <em>The Los Angeles Sports and Entertainment Commision</em> pada tahun 2003, mengklaim bahwa rata-rata dampak ekonomi suatu event olahraga akbar terhadap kota yang menyelenggarakannya mempunyai nilai sebesar US $32,2 juta, atau 293 miliar rupiah. Terlepas dari itu, jelas bahwa penyelenggaraan event olah raga merupakan bisnis yang menggiurkan, tidak terkecuali, event sepak bola diyakini menjadi industri bisnis yang berprospek, dengan asumsi pengelolaannya harus benar-benar profesional dan &#8220;disiplin&#8221;.</p>
<p>Tengok saja, diperkirakan 300 juta uero berhasil diraup sebagai keuntungan oleh &#8220;panitia penyelenggara&#8221;. Jika dikonversi ke rupiah, hampir mendekati 4,5 triliun. Angka yang cukup fantastik ini pasti berbeda jauh ketika Indonesia menyelenggarakan Piala Asia 2007 (meskipun sampai sekarang tidak tahu berapa besar pemasukannya, alias tidak ada transparansi).</p>
<p>Terlepas dari itu, Gebyar kemegahan kompetisi sepak bola Euro 2008 memiliki fenomena yang menarik, jika mau kita lihat secara mendalam, terutama jika kita lihat dan kaitkan dengan tatanan ekonomi dunia. Hegemoni ekonomi di dataran eropa ternyata masih terlalu kuat dan berhasil membius hingga negara dunia ketiga dari benua lain. Di dukung dengan kemajuan teknologi Informasi, hampir seluruh mata sempat melihat kemegahannya, tak terkecuali Indonesia. Industrialiasasi sepak bola semakin menjadi-jadi.</p>
<p>Kehadiran Euro 2008 di rumah-rumah masyarakat Indonesia melalui tayangan langsung oleh beberapa stasiun televisi, diyakini memberikan efek-efek teretentu. Euro 2008 yang diselenggarakan dibelahan dunia lain, terasa dekat sekali. Disadari atau tidak, eksplotasi besar-besaran telah terjadi disitu, baik di bidang ekonomi, sosial dan budaya. Bagaimana tidak, Berapa besar biaya yang harus diberikan oleh stasiun televisi nasional untuk dapat menyiarkan secara langsung setiap pertandingan. Tentunya tidak sedikit, meskipun ada sponsorship dan &#8220;kapitalis lokal&#8221; yang mendukungnya.</p>
<p>Ketika Austria dan Swiss meraup keuntungan seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, bagaimana dengan kemanfaatan yang diterima oleh bangsa Indonesia ataupun negara-negara dunia ketiga lainnya. Tidak lain dan tidak bukan,  Sekedar menjadi tontonan hiburan disela-sela kepenatan aktivitas sehari-hari.  Meskipun ada kegiatan-kegiatan ilegal yang dapat dikaitkan dengan penyelenggaraan Euro 2008, sekali-lagi bisa saja semakin menggemukkan para pemilik modal.</p>
<p>Untuk sementara dapat disimpulkan, ketika sepak bola menjadi sebuah entertainment yang menghibur, industrialisasi sepak bola menjadi sebuah keniscayaan. Dengan Fenomena menarik sepak bola kedalam ranah bisnis multinasional, akan semakin kentara dan jelas hegemoni dan eksploitasi besar-besaran oleh negara maju kepada negara-negara dunia ketiga. Melalui hipnotis &#8220;pencintaraan kemapanan&#8221;, yang dilakukan oleh negara-negara maju, manusia di negara-negara lainnya terbius dengan rayuannya. Tidak sadar, bahwa ternyata mereka hanyalah menjadi bangsa penonton yang baik dan sedang dieksploitasi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latuperissamedia.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latuperissamedia.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=30&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/06/30/euro-2008-eksploitasi-besar-besaran-terhadap-bangsa-penonton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://latuperissamedia.files.wordpress.com/2008/07/euro-20081.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mendudukan Kembali Makna Anarki</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 11:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Judul berita di sebuah media beberapa waktu lalu menyebutkan, Kapolri : Pendemo Anarkis Akan Ditindak Tegas. Melihat judul tersebut, saya mulai gusar. Kegusaran saya muncul karena ternyata kata Anarkis sekarang sering di pakai untuk memaknai tindakan kekerasan ataupun brutal oleh &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=28&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://latuperissamedia.files.wordpress.com/2008/05/logo-anarki.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-29" src="http://latuperissamedia.files.wordpress.com/2008/05/logo-anarki.jpg?w=111&#038;h=111" alt="" width="111" height="111" /></a>Judul berita di sebuah media beberapa waktu lalu menyebutkan, <em>Kapolri : Pendemo Anarkis Akan Ditindak Tegas</em>. Melihat judul tersebut, saya mulai gusar. Kegusaran saya muncul karena ternyata kata Anarkis sekarang sering di pakai untuk memaknai tindakan kekerasan ataupun brutal oleh sekelompok orang. Demonstrasi yang berakhir ricuhpun disebutkan dengan tindakan anarki. Melihat fenomena ini, maka kata &#8220;anarki&#8221; telah dimaknai secara keliru. Keliru karena dapat saja menjadi pembodohan bagi publik, sebagai upaya menolak,<span id="more-28"></span> mendiskriditkan, memojokkan suatu ideologi / paham (isme) yang belum tentu semua ideal-ideal yang diusungnya seperti itu.</p>
<p>Perlu diperjelas dahulu, saya bukanlah penganut faham anarki (anarkisme),  meskipun dalam beberapa hal terdapat pemikiran-pemikiran paham yang sedikit memberi warna ideal-ideal pribadi saya. Terutama yang bersinggungan dengan topik pembicaraan dinamika sosial.</p>
<p>Jika kita menilik dari Etimologi kata anarki, Kata anarki merupakan kata serapan dari bahasa Inggris <em>anarchy</em> atau <em>anarchie</em> (Belanda/Jerman/Prancis), yang berakar dari kata Yunani <em>anarchos/anarchein</em>. Selanjutnya, kata tersebut adalah bentukan dari &#8220;a&#8221; (tidak/tanpa/nihil/negasi) yang disisipi &#8220;n&#8221; dengan <em>archos/archein</em> (pemerintah/kekuasaan atau pihak yang menerapkan kontrol dan otoritas &#8211; secara koersif, represif, termasuk perbudakan dan tirani). <em>Anarchos/anarchein</em> = tanpa pemerintahan atau pengelolaan dan koordinasi <em>tanpa</em> hubungan memerintah dan diperintah, menguasai dan dikuasai, mengepalai dan dikepalai, mengendalikan dan dikendalikan, dan lain sebagainya. Sedangkan Anarkis berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki. <em>(wikipedia Indonesia)</em></p>
<p>Memang pada perjalanan sejarahnya , para penganut paham anarki dalam berbagai aksinya kerap kali menggunakan tindakan kekerasan sebagai &#8220;metode&#8221; untuk menyampaikan ide-gagasannya. Bahkan ada beberapa penganut mengatakan tindakan kekerasan merupakan langkah yang cukup ampuh dalam memperjuangkan gagasannya. Lebih lanjut lagi, tindakan kekerasan dan sejenisnya harus dilakukan ketika berhadapan dengan &#8220;kapitalisme&#8221; dan &#8220;negara&#8221; dalam konteks sistem.</p>
<p>Kita mengetahui bersama dan sejarah membuktikan ketika paham (isme) kapital berkolaborasi dengan negara (sampai kepada sistem), dapat terlihat begitu kuat dan dominannya kolaborasi itu. Sebenarnya tidak hanya kapitalisme, sosialisme, komunisme, atau paham yang lainpun memungkinkan demikian. Wal-hasil amatlah wajar ketika dominasi ingin dipatahkan, dan kaum anarki melakukan hal itu. Kapitalis pun  pernah melakukan hal yang sama bahkan lebih keras, akan tetapi caranya dibungkus lebih &#8220;indah&#8221;.</p>
<p>Akan tetapi, ketika kita mau menilik lebih jauh gagasan serta idealogi yang ditawarkan oleh paham anarki pada awalnya, gagasannya tidak menyentuh sama sekali dengan tindakan/aksi kekerasan. Sama halnya dengan beberapa paham yang lainnya. Yang menarik lagi, seorang pemikir anarkis, Alexander Berkman, mengatakan,</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Anarkisme bukan Bom, ketidakteraturan atau kekacauan. Bukan perampokan dan pembunuhan. Bukan pula sebuah perang di antara yang sedikit melawan semua. Bukan berarti kembali kekehidupan barbarisme atau kondisi yang liar dari manusia. Anarkisme adalah kebalikan dari itu semua. Anarkisme berarti bahwa anda harus bebas. Bahwa tidak ada seorangpun boleh memperbudak anda, menjadi majikan anda, merampok anda, ataupun memaksa anda. Itu berarti bahwa anda harus bebas untuk melakukan apa yang anda mau, memiliki kesempatan untuk memilih jenis kehidupan yang anda mau serta hidup didalamnya tanpa ada yang mengganggu, memiliki persamaan hak, serta hidup dalam perdamaian dan harmoni seperti saudara. Berarti tidak boleh ada perang, kekerasan, monopoli, kemiskinan, penindasan, serta menikmati kesempatan hidup bersama-sama dalam kesetaraan.&#8221;</em> <sup>(<a title="Alexander Berkman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alexander_Berkman">Alexander Berkman</a>, <em>What is Communist Anarchist</em> <a title="1870" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1870">1870</a> &#8211; <a title="1936" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1936">1936</a>)</sup></p></blockquote>
<p>Kebebasan yang benar-benar bebas dan mengedepankan hakekat eksistensi manusia yang idependen adalah ideal yang diusung oleh anarkisme.  Bahkan seorang Mikhail Bakunin(1814-1876),  tokoh Anarki yang paling  revolusioner pun tidak mengusung model kekerasan dalam perjuangan  paham anarki. Meskipun Bakunin memiliki pernyataan yang keras terhadap dominasi negara yang penuh dengan kemunafikkan pada saat itu. -Hingga saat inipun mungkin saja masih terjadi, ketika otorita negara memainkan peran untuk mengeksploitasi masyarakat bahkan komponen negara lainnya untuk kepentingan pribadi ataupun kelompoknya-</p>
<p>Memang model kekerasan pernah diusung oleh sekelompok penganut paham anarki. Tetapi itu tidak cukup <em>fair </em>ketika kita melakukan generalisasi makna, dan bahkan cenderung mendiskriditkan, menciderai pemahaman atau menempatkannya pada makna konotatif.  Jika saya mau melihat dari pemikiran negatif , sekiranya ini adalah sebuah upaya yang sistematis dari paham-paham yang terus dipertanyakan oleh paham anarki untuk terus melakukan dominasi dan hegemoninya. Dan menurut hemat saya upaya sistematis ini merupakan tindakan kekerasan, brutal dan membunuh &#8220;karakter&#8221; <em>isme</em> anarki.   Maka siapa disini yang bisa dikatakan identik dengan kekerasan???</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latuperissamedia.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latuperissamedia.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=28&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://latuperissamedia.files.wordpress.com/2008/05/logo-anarki.jpg?w=117" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mempersoalkan Kenaikan BBM Dan Nasionalisasi?</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/21/kenaikan-bbm-vs-privatisasi/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/21/kenaikan-bbm-vs-privatisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 10:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sekali lagi, kita sibuk membicarakan kenaikan BBM. Pemerintah dengan segala cara meyakinkan bahwa BBM harus naik. Ekses kenaikan itu akan di barengi dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), seperti yang sudah-sudah. Meski bukan menjadi rahasia lagi, pengalaman penyaluran BLT sarat &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/21/kenaikan-bbm-vs-privatisasi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=25&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-26 alignleft" src="http://latuperissamedia.files.wordpress.com/2008/05/minyak-bumi.jpeg?w=131&#038;h=130" alt="" width="131" height="130" />Sekali lagi, kita sibuk membicarakan kenaikan BBM. Pemerintah dengan segala cara meyakinkan bahwa BBM harus naik. Ekses kenaikan itu akan di barengi dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), seperti yang sudah-sudah. Meski bukan menjadi rahasia lagi, pengalaman penyaluran BLT sarat dengan problematika, sehingga banyak pemerhati ekonomi dan sosial yang mengatakan kebijakan pemerintah tersebut tidak tepat jika dilakukan untuk membantu mengangkat masyarakat dari golongan tidak mampu dari munculnya jeratan himpitan ekonomi dampak dari kenaikan BBM.</p>
<p>Disisi lain, membumbung tingginya harga minyak dunia menyebabkan bangsa Indonesia, yang katanya <span id="more-25"></span>gemah ripah loh jinawi, tidak kuat membendung dampak yang ditimbulkannya. Pemerintah menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mengalami tekanan hebat.  Subsidi BBM sulit untuk dipertahankan.</p>
<p>Mahasiswa dan Elemen-elemen Masyarakat turun kejalan, meneriakkan penolakkan terhadap kenaikan harga komoditas penting bagi dunia ini. Seruan-seruan beraneka ragam, dan jika dikerucutkan akan mengarah kepada kegagalan pemerintah dalam mengelola pemerintahan untuk mesejahterakan rakyatnya. Bisa dimaklumi, karena rakyat akan semakin sulit ruang geraknya untuk mendapatkan penghidupan yang layak.</p>
<p>Meskipun demikian, tidaklah secara langsung saya sepakat dengan beberapa tuntutan mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat yang lain, terutama yang menuntut penolakkan kenaikan BBM             atas alasan yang cenderung dipaksakan. Semisal, &#8220;Tolak Kenaikan BBM, dengan menasionalisasi Pengelolaan Pertambangan energi di dalam Negeri&#8221;. Ketidaksepakatan saya karena ada beberapa pertanyaan yang muncul terkait dengan persoalan tersebut, antara lain :</p>
<p><em>Pertama,</em> Persoalan  Nasionalisasi pengelolaan bukan persoalan menggusur pedagang kaki lima di pasar (yang selama ini pemerintah jago melakukannya). Ini ada kaitannya dengan pemerintahan sebelumnya. Sudah ditandatangani apa kita mau dikatakan bangsa yang tidak bisa di &#8220;cekel cangkeme&#8221; (tidak bisa dipegang mulutnya, orang jawa bilang).  Meski kita sudah terkenal dengan bangsa yang memiliki budaya korup.</p>
<p><em>kedua,</em> Jika memang benar itu direalisasikan, apa iya    nasionalisasi  yang dilakukan mampu  mendukung pengupayaan perbaikan kesejahteraan masyarakat?. Kok saya agak pesimis, jika melihat pengelolaan pertamina hingga sekarang ini. Jangan-jangan muncul masalah baru lagi privaitisasi tersebut. Tambah runyam bangsa ini. Kalau dulu dirampok oleh bangsa asing, sekarang dijarah oleh bangsa sendiri.</p>
<p><em>ketiga, </em>dimanakah hubungan  langsung antara  menasionalisasi dengan fluktuasi harga BBM?. Menurut saya  banyak asumsi yang harus ada dalam mengaitkan kedua variable tersebut.  Tidak serta merta variable satu mempengaruhi variable yang lain. Aneh jika tuntutan itu di gabungkan dalam satu isu. Yang ingin saya katakan disini,  tuntutan tersebut harusnya sejak dulu di teriakkan, tidak gagap setelah bangsa ini menghadapi ketidakmampuan daya belinya terhadap BBM. Ternyata kita bangsa yang gagap dan sporadis.</p>
<p>Tetapi secara keseluruhan saya salut dengan perjuangan teman-teman mahasiswa diseluruh penjuru tanah air. Kita tetap harus mengedepankan kepentingan masyarakat, diatas kepentingan kelompok / golongan. Eksistensi penggeber kepentingan dan aspirasi masyarakat yang murni harus tetap dijaga. Meski kadang compang-camping dan sepenggal-sepenggal.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latuperissamedia.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latuperissamedia.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=25&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/21/kenaikan-bbm-vs-privatisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://latuperissamedia.files.wordpress.com/2008/05/minyak-bumi.jpeg?w=131" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prof. Mudrajad Bicara tentang Entrepreneurship dan Korupsi</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/07/prof-mudrajad-bicara-tentang-entrepreneurship-dan-korupsi/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/07/prof-mudrajad-bicara-tentang-entrepreneurship-dan-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 09:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Apa jadinya ketika beberapa punggawa pemerintahan berkumpul dalam satu seminar, dengan topik Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal? Jika kita sering bersinggungan dengan mereka, tentu kita akan dengan mudah menjawab bahwa pada sesi tanya jawab akan terdengar &#8220;omongan manis&#8221; dan hebatnya model &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/07/prof-mudrajad-bicara-tentang-entrepreneurship-dan-korupsi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=24&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa jadinya ketika beberapa punggawa pemerintahan berkumpul dalam satu seminar, dengan topik Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal? Jika kita sering bersinggungan dengan mereka, tentu kita akan dengan mudah menjawab bahwa pada sesi tanya jawab akan terdengar &#8220;omongan manis&#8221; dan hebatnya model yang telah dibangunnya. Itulah suasana yang saya rasakan pada seminar di Kayu Arum Lounge &amp; Spa, 7 Mei 2008. Semuanya lahir untuk kepentingan-kepentingan tertentu, atau yang lebih sering kita dengar sebagai kepentingan sektoral.</p>
<p>Seminar dengan topik &#8220;Penyusunan Kebijakan Strategis Permerintahan Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi&#8221;, <span id="more-24"></span>sebenarnya cukup menarik untuk disimak. Apalagi saat Prof. Mudrajad memberikan wejangan-wejangan. Akan tetapi sayang, setelah memasuki sesi tanya jawab, berubah menjadi &#8220;pidato-pidato indah&#8221; dari para pejabat daerah. Meskipun ada beberapa yang secara polos bertanya hal-hal apa saja yang harus dilakuakan kepada pembicara. Jika mendengar terutama dari salah satu pimpinan BUMD di Salatiga (tidak perlu menyebut merk), mulai muncul kegelisahan dalam diri saya, apa betul semua pidato itu cukup bisa dipertanggungjawabkan ketika kita melihat realitas dilapangan? sangatlah memuakkan!!!</p>
<p>Prof. Mudrajad Kuncoro juga sempat mengingatkan masalah itu. Akan tetapi, beliau mengingatkan bahwa jika kepentingan sektoral yang di kedepankan, maka pemerintah lokal tidak akan pernah menghasilkan sebuah karya nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut, Guru Besar termuda FE UGM menganjurkan bahwa setiap jajaran pegawai pemerintahan harus memiliki jiwa entrepreneur. Jiwa yang tidak kenal menyerah, pantang putus asa, jeli, kreatif dan inovatif perlu dimiliki oleh Pegawai Pemerintahan. &#8220;jangan pernah berkata <em>how are we doing ? </em>tetapi berkatalah <em>what are we to do next?. </em>Penekanannya adalah pada sikap inovatif yang harus dimuncul-kembangkan. Tanpa hal tersebut, sangat sulit suatu daerah akan berkembang, maju dan <em>survive</em> menghadapi tantangan global.</p>
<p>Selain itu, Prof. Mudrajad juga menyerukan bahwa untuk suksesnya pertumbuhan ekonomi disuatu daerah, perlu dilakukan reformasi birokrasi, implementasi e-goverment dengan efektif serta tindakan konkrit (<em>not just talk only</em>). Hal ini diwanti-wanti salah satu tujuannya adalah untuk mengeliminir biaya ekonomi dari masuknya investor baru. Masuknya para investor tentu saja kana berdampak kepada pertumbuhan ekonomi suatu daerah.</p>
<p>Penyakit &#8220;multilevel korupsi&#8221; juga sempat disinggung. Yang sangat menarik perhatian saya adalah, prof Mudrajat memaparkan bahwa hampir sebagian besar terjadinya korupsi didaerah terjadi berturut-turut adalah pada saat Tender Proyek, rekrutmen PNS, Penyusunan APBD dan Penyusunan Perda. Secara tidak langsung ini menunjuk dengan jelas siapa saja yang termasuk sebagai  pelaku.</p>
<p>Bp. Mulyadi, SE., sebagai penanggap utama dalam seminar tersebut juga memberikan banyak sekali masukan kepada para peserta seminar, yang sebagian besar adalah pegawai dari dinas-dinas pemerintahan serta BUMD. Beliau sebagai salah satu entrepreneur sukses di Salatiga membagikan berbagai pengalamannya, termasuk saat bersinggungan dengan instansi pemerintah.  Semoga seminar ini dapat menjadi masukan yang baik dan ada langkah-langkah konkrit&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latuperissamedia.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latuperissamedia.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=24&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/07/prof-mudrajad-bicara-tentang-entrepreneurship-dan-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keprihatinan Mendalam Untuk LK-FTI</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/05/keprihatinan-mendalam-untuk-lk-fti/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/05/keprihatinan-mendalam-untuk-lk-fti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 10:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 4 Mei 2008, di selenggarakan kegiatan penyegaran sekaligus pengkaderan Lembaga Kemahasiswaan, Fakultas Teknologi Informasi, UKSW. Pada kesempatan itu pula, saya diundang untuk memberikan sebuah topik materi untuk acara baik tersebut. Saya menganggap baik, karena dalam pikiran ini terbersit harapan &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/05/keprihatinan-mendalam-untuk-lk-fti/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=23&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu, 4 Mei 2008, di selenggarakan kegiatan penyegaran sekaligus pengkaderan Lembaga Kemahasiswaan, Fakultas Teknologi Informasi, UKSW. Pada kesempatan itu pula, saya diundang untuk memberikan sebuah topik materi untuk acara baik tersebut. Saya menganggap baik, karena dalam pikiran ini terbersit harapan bahwa keberadaan Lembaga Kemahasiswaan (LK) dapat menjadi wadah yang representative untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan mahasiswa dalam konteks pengelolaan organisasi.</p>
<p>Menjawab surat undangan tersebut, saya meluangkan waktu, <span id="more-23"></span>menyiapkan segala sesuatu sebaik mungkin,  agar kehadiran saya mendatangkan manfaat  bagi seluruh peserta kegiatan. Materi saya siapkan sekaligus dengan strategi penyampaian materi tersebut saya tata sedemikian rupa. Berdasarkan info awal yang saya peroleh mengenai profil dan jumlah peserta, maka untuk lebih mendaratkan materi dengan baik kepeserta, saya menyiapkan beberapa simulasi yang diakhiri dengan diskusi. Itu rencana saya.</p>
<p>Rencana tinggal rencana. Sedikit kaget juga saat waktunya tiba saya harus menyampaikan materi. Semua tidak sesuai dengan info yang saya peroleh. Klarifikasi kepada panitia coba saya lakukan untuk mengetahui mengapa kegiatan tidak sesuai dengan rencana semula. Kesimpulan saya, tidak untuk melebih-lebihkan gambaran situasi, saya menilai kegiatan &#8220;penyegaran&#8221; bagi para fungsionaris lembaga dan &#8220;pembekalan bagi para kader lembaga dipandang hanya sebelah mata. Acara mulia ini ditinggalkan begitu saja oleh peserta, karena alasan tertentu. Dan saya kira tidak terlalu penting atau masih ada orang lain yang bisa mengerjakannya. Hal inilah yang membuat saya gusar.</p>
<p>Jika demikian adanya, dapat saya gambarkan kinerja dari lembaga. Hampir disetiap organisasi, pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai organisasi oleh sumber daya manusia organisasi itu sendiriadalah sesuatu yang penting dan tidak bisa diabaikan. Terlebih lagi bagi kinerja dan tata kelola organisasi oleh seluruh komponen organisasi. Dengan demikian, jika kegiatan semacam reorientasi atau pembekalan, ataupun lainnya, diabaikan begitu saja, dapat kita tebak bahwa lembaga kemahasiswaan akan mengalami disfungsi, sebagai akibat nihilnya pengetahuan terhadap lembaga. Selanjutnya akan bermuara kepada matinya lembaga kemasiswaan sebagai &#8220;student goverment&#8221;. Semoga saja saya salah!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latuperissamedia.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latuperissamedia.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=23&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/05/keprihatinan-mendalam-untuk-lk-fti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekelumit Pemikiran Awal Studi Manajemen</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/04/18/sekelumit-pemikiran-awal-studi-manajemen/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/04/18/sekelumit-pemikiran-awal-studi-manajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 07:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Jauh sebelum “manajemen” dikenal, telah banyak organisasi formal yang telah memikirkan bagaimana organisasi agar efisien dan efektif. Marchiavelli (1531), mengenalkan beberapa prinsip-prinsip yang dapat diadaptasikan untuk diterapkan pada organisasi manajemen masa kini. Filsafat Cina Sun Tzu (2000th yang lalu) yang &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/04/18/sekelumit-pemikiran-awal-studi-manajemen/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=22&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:small;">Jauh sebelum “manajemen” dikenal, telah banyak organisasi formal yang telah memikirkan bagaimana organisasi agar efisien dan efektif. Marchiavelli (1531), mengenalkan beberapa prinsip-prinsip yang dapat diadaptasikan untuk diterapkan pada organisasi manajemen masa kini. Filsafat Cina Sun Tzu (2000th yang lalu) yang kemudian di modifikasi oleh Mao Zedong, mengenalkan strategi perang, yag dapat di pakai untuk merencanakan strategi yang berhububungan dengan bisnis pesaing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span> </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Dengan demikian, Manajemen dan Organisasi merupakan produk dari sejarah, keadaan sosial dan tempat kejadian. Belajar teori manajemen membantu kita untuk membantu kita memahami manajemen dan organisasi yang semakin kompleks. </span><span id="more-22"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><strong><span>Teori ?</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Teori <em>(theory) :</em> sekelompok asumsi yang erat berkaitan dan logis, dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati serta menyediakan dasar yang mantap untuk memperkirakan peristiwa pada masa depan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:small;">Selain itu, dalam perkembangannya Teori dimanfaatkan untuk : <em>pertama, </em>memberikan fokus yang mantap untuk memahami peristiwa yang kita alami. <em>Kedua, </em>mempermudah kita berkomunikasi secara efisien. <em>Ketiga,</em> membuat dan menantang kita untuk terus belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;text-align:left;"><strong><span style="font-size:small;">Aliran Manajemen Ilmiah <em>(scientific Management Theory</em><em>)</em></span></strong><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-size:small;"><span> </span></span><span style="font-size:small;">Beberapa Tokoh pemikir yang termasuk aliran manajemen ilmuah, antara lain :<br />
- Frederick A. Taylor (1856-1915)<br />
- Henry L.Gantt (1861-1919)<br />
- Frank B. Gilberth (1868-1924) &amp;<br />
- Lilian M. Gilberth (1878-1972)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span> </span>Secara garis besar, aliran ini menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apapun, dan untuk menyeleksi, melatih dan memotivasi pekerja. Tujuannya adalah kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas.<em> </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;"><span>Teori Organisasi Klasik</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span> </span>Dalam Teori Organisasi klasik ini, Tokoh yang berperan penting menyumbangkan ide-idenya, antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span> </span>- Henry Fayol (1841-1925)<br />
-Max Webber (1864-1920)<br />
- Mary Parker Follett (1868-1933)<br />
-Chester I. Barnard (1886-1961)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span><span> </span>Jika dicermati, Aliran ini lebih menekankan pada penumbuhan kebutuhan untuk menemukan pedoman pengelolaan organisasi kompleks.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:small;"><span><span><span> </span></span></span><strong><span>Aliran Tingkah Laku</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;">
<p><span style="font-size:small;">Aliran ini memberikan kontribusi positif dalam evolusi teori manajemen. Aliran ini memberikan tekanan bahwa keberadaan <span>Organisasi adalah layaknya sebagai Manusia </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span> </span></span><span style="font-size:small;">Tokoh dalam<em> behavioral scientist, </em>antara lain<em> :<br />
</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span> </span>Elton Mayo (1880-1949)<br />
Abraham Maslow<br />
Douglas McGregor<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span> </span>Aliran tingkah laku muncul sebagai akibat dari pendekatan klasik tidak berhasil mencapai produksi efisien dan harmoni di tempat kerja yang memadai. </span><span style="font-size:small;"><em><span>Pada Aliran ini, digolongkan 2 pendekatan yaitu : Gerakan hubungan manusia dan Pendekatan ilmiah Tingkah laku </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span> </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;"><span>Aliran ilmu Manajemen</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Manajemen modern sangat dipengaruhi oleh aliran ini. Inti dari aliran ini adalah Pendekatan masalah manajemen dengan penggunaan teknik matematik untuk membuat model, menganalisis dan menyelesaikan. (<em>Management science school)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span>Salah satu contoh sub-aliran dalam aliran manajemen sebagai ilmu adalah Riset Operasi<em> (Operational research)</em></span><em><span>, </span></em></span><span style="font-size:small;">yang merupakan teknik matematik untuk membuat model, menganalisis dan menyelesaikan masalah manajemen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latuperissamedia.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latuperissamedia.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=22&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/04/18/sekelumit-pemikiran-awal-studi-manajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebangkrutan Identitas Intelektual</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/04/01/kebangkrutan-identitas-intelektual/</link>
		<comments>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/04/01/kebangkrutan-identitas-intelektual/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 07:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Kaum intelektual bukan sekedar bagian dari bangsanya. Iapun nurani bangsanya, kerana bukan saja dalam dirinya terdapat gudang ilmu dan pengetahuan, terutama pengalaman bangsanya, juga ia dengan isi gudangnya dapat memilih yang baik dan yang terbaik untuk dikembangkan, memiliki dasar dan &#8230; <a href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/04/01/kebangkrutan-identitas-intelektual/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=21&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><i><span>Kaum intelektual bukan sekedar bagian dari bangsanya. Iapun nurani bangsanya, kerana bukan saja dalam dirinya terdapat gudang ilmu dan pengetahuan, terutama pengalaman bangsanya, juga ia dengan isi gudangnya dapat memilih yang baik dan yang terbaik untuk dikembangkan, memiliki dasar dan alasan paling kuat untuk menjadi resolut (tegas) dalam memutuskannya atau tidak. (Pramoedya Ananta Toer)</span></i></p></blockquote>
<p>Belajar dari beberapa kejadian akhir-akhir ini, saya mendapatkan banyak sekali hal-hal baru. Meski ini hal yang sepele dan gampang diabaikan, tetapi menurut saya ini adalah bekal hidup yang baik. Ternyata menyelami sisi-sisi keunikan kehidupan manusia mengagumkan juga. Peristiwa yang terjadi di Kampus Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, menyita perhatian saya untuk mencari, apa yang sedang terjadi?. <span id="more-21"></span>Bentrok antara Mahasiswa dengan Pendukung salah satu Petinggi Kota, antara Mahasiswa dengan pihak Kepolisian, dan juga antar mahasiswa, dapat disimpulkan sementara begitu tinggi tensi suasana di Kota Kendari. Perilaku brutal yang ditunjukkan oleh semua pihak dalam menyelesaikan masalah, membuat saya bertanya-tanya, seberapa besar jaminan tindakan kekerasan yang cenderung brutalistik (bukan anarkis) dapat menyelesaikan masalah?</p>
<p>Saya mencoba fokus terhadap elemen mahasiswa yang tersorot mata kamera di televisi akhir-akhir ini. Kekuatan otot dan stamina yang mereka keluarkan untuk memporak-porandakan situasi begitu luar biasa. Akan tetapi, kemanakah kekuatan akal sehat dan kekuatan analisisnya?. Haruskah segala sesuatu bermuara dengan tindakan yang membabi buta?.</p>
<p>Memang telah menjadi hal yang biasa, ketika penguasa membuat kebijakan-kebijakan yang tidak populis bagi kelompok tertentu, pasti akan menuai protes keras. Dan yang menjadi corong kuat umumnya adalah mahasiswa. Benturan kepentingan terjadi di dalamnya, selanjutnya memungkinkan terjadi tindakan pemaksaan kehendak dikedua belah pihak. Dari situasi inilah kekerasan berpotensial terjadi.</p>
<p>Mahasiswa, notabene sebagai kaum intelektual, keberadaannya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kemampuan analisis dan sumbangsih pemikiran yang murni lahir dari utuhnya idealisme adalah mutlak adanya. Turun ke jalan menurut hemat saya tidak ada salahnya, karena itu adalah salah satu langkah untuk menyuarakan &#8220;suara-suara kenabian&#8221; di masyarakat. Apalagi ketika semua saluran bicara telah tersumbat dan tertutup rapat.</p>
<p>Sangat disayangkan, kalau kejadian selanjutnya berbuntut pada kerusuhan. Memang kesalahan tidak bisa ditimpakan sepenuhnya bagi Mahasiswa. Tapi ironisnya, kekerasan terhadap mahasiswa yang terjadi, lantas di balas kembali dengan kekerasan. Pertanyaannya, tidak adakah langkah-langkah lain yang lebih strategis untuk menyuarakan aspirasi murni mahasiswa? Saya yakin sebagaian besar komunitas Mahasiswa diseluruh pelosok tanah air akan bersimpati dan mendukung untuk memberangus ketidakbenaran tindakan. Jika demikian adanya, ketika Pejabat, aparat kepolisian, mahasiswa (tidak termasuk preman) jika selalu mengedepankan kekerasan dan brutalisme, menandakan bahwa telah terjadi <b><i>kebangkrutan identitas intelektual</i></b>. Semoga penyakit ini tidak menjangkiti komunitas yang lain.</p>
<blockquote></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/latuperissamedia.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/latuperissamedia.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/latuperissamedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/latuperissamedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/latuperissamedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/latuperissamedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/latuperissamedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/latuperissamedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/latuperissamedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/latuperissamedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/latuperissamedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/latuperissamedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/latuperissamedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/latuperissamedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/latuperissamedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/latuperissamedia.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=latuperissamedia.wordpress.com&amp;blog=1475677&amp;post=21&amp;subd=latuperissamedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/04/01/kebangkrutan-identitas-intelektual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54871e9d3fecc9dfc66d98241c67bfc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
