<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Euro 2008 : Eksploitasi Besar-besaran terhadap Bangsa Penonton</title>
	<atom:link href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/06/30/euro-2008-eksploitasi-besar-besaran-terhadap-bangsa-penonton/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/06/30/euro-2008-eksploitasi-besar-besaran-terhadap-bangsa-penonton/</link>
	<description>Tidak ada ruang dan waktu yang benar-benar otonom</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jun 2009 06:35:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: rudylatuperissa</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/06/30/euro-2008-eksploitasi-besar-besaran-terhadap-bangsa-penonton/#comment-62</link>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 11:16:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=30#comment-62</guid>
		<description>@ Noe : Yups komentar yang bagus. Tapi kita memakai kacamata yang berbeda untuk mengangkat masalah ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Noe : Yups komentar yang bagus. Tapi kita memakai kacamata yang berbeda untuk mengangkat masalah ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Noe</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/06/30/euro-2008-eksploitasi-besar-besaran-terhadap-bangsa-penonton/#comment-58</link>
		<dc:creator>Noe</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 13:55:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=30#comment-58</guid>
		<description>wah kalo saya merasa, kata eksploitasi itu kok terlalu gimana gitu....
agak terkesan sirik dengan kelebihan orang lain dalam hal ini bangsa eropa dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola
menurut saya mereka saat ini hanya memanfaatkan kelebihan mereka saja. sebuah kelebihan yang dibangun ssecara sistematis dari puluhan tahun lalu. kalo kita membaca sejarah piala eropa, turnamen itu tidak otomatis sukses dan besar seperti sekarang ini. perlu proses yang panjang dan berliku. perubahan formatpun terjadi beberapa kali. itu semua bukti kerja keras mereka. dan menurut saya itu sangat patut dihargai dan diberi apresiasi kecil. dan daripada meributkan soal eksploitasi itu, lebih baik kita belajar dari mereka yang saat ini memang lebih maju beberapa langkah dari kita dalm penyelengaraan turnamen sepakbola. tentu saja adalah impian kita bersama agar turnamen sepak bola kita bisa semaju mereka. seorang kenalan saya pernah berkata pada saya, jika kita ingin meraih sesuatu, belajarlah dari yang sudah mengalami. bunda theresa juga pernah bilang bahwa dari pada mengutuki kegelapan lebih baik menyalakan sebatang lilin. semoga suatu saat persepakbolaan kita bisa semaju negara - negara eropa. maju terus sepak bola indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah kalo saya merasa, kata eksploitasi itu kok terlalu gimana gitu&#8230;.<br />
agak terkesan sirik dengan kelebihan orang lain dalam hal ini bangsa eropa dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola<br />
menurut saya mereka saat ini hanya memanfaatkan kelebihan mereka saja. sebuah kelebihan yang dibangun ssecara sistematis dari puluhan tahun lalu. kalo kita membaca sejarah piala eropa, turnamen itu tidak otomatis sukses dan besar seperti sekarang ini. perlu proses yang panjang dan berliku. perubahan formatpun terjadi beberapa kali. itu semua bukti kerja keras mereka. dan menurut saya itu sangat patut dihargai dan diberi apresiasi kecil. dan daripada meributkan soal eksploitasi itu, lebih baik kita belajar dari mereka yang saat ini memang lebih maju beberapa langkah dari kita dalm penyelengaraan turnamen sepakbola. tentu saja adalah impian kita bersama agar turnamen sepak bola kita bisa semaju mereka. seorang kenalan saya pernah berkata pada saya, jika kita ingin meraih sesuatu, belajarlah dari yang sudah mengalami. bunda theresa juga pernah bilang bahwa dari pada mengutuki kegelapan lebih baik menyalakan sebatang lilin. semoga suatu saat persepakbolaan kita bisa semaju negara &#8211; negara eropa. maju terus sepak bola indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
