<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mendudukan Kembali Makna Anarki</title>
	<atom:link href="http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/</link>
	<description>Tidak ada ruang dan waktu yang benar-benar otonom</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jun 2009 06:35:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: handaru pirata</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/#comment-85</link>
		<dc:creator>handaru pirata</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 12:26:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=28#comment-85</guid>
		<description>coba cek webblog kami: www.katalis.tk

dan kami adalah anarkis :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>coba cek webblog kami: <a href="http://www.katalis.tk" rel="nofollow">http://www.katalis.tk</a></p>
<p>dan kami adalah anarkis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: meQ</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/#comment-50</link>
		<dc:creator>meQ</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 07:36:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=28#comment-50</guid>
		<description>ya anarkisme memang kebalikan dari semua yang ada dalam pendapat umum. Memang ada keterikatan antara segala gerakan anti otoritarian dengan kekerasan, dan juga keterkaitannya dengan individualisme. Tapi tidak berhenti sampai disitu saja. Kaum anarkisme individualis yang biasanya menomorsatukan ego dan hasrat biasanya sangat dipengaruhi oleh Max Stiner. Dan orang2 kiri tradisional selalu menghubungkan juga inividual dengan Anarkisme itu sendiri. Ya padahal tidak sampai disitu saja. Memang ada beberapa varian dalam anarkisme.

Perpisahan marx dengan bakunin memang sudah klasik, tapi menurut pandangan saya ketakutan2 bakunin akan bentuk otoritas tunggal dalam hal ini negara terjadi. Dalam hal ini anarkisme sangat menolak otoritas tunggal atau hirarki. Tapi saya sangat sepakat bahwa tidak ada yang bisa menjamin hidup kita selain diri kita sendiri (dalam konteks hubungan masyarakat dengan negara).

Untuk PUNK sendiri mungkin pada awalnya ada keterkaitan dengan perkembangan anarkisme melalui musik dan fashion. tapi saya rasa itu sudah menjadi lifestyle saja. tidak semua anaka PUNK juga seorang anarkis. Walaupun untuk di indonesia kebanyakan mereka mengenal anarkisme melalui PUNk. Tapi tidak bisa melihat gerakan anti otoritarian hanya dengan melauli PUNk.

Dan untuk urusan crime thing (vandal dkk.) itu juga saat ini kebanyakan lifestyle aja. Tidak lebih dari itu.

SalamMalaz

meQ</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya anarkisme memang kebalikan dari semua yang ada dalam pendapat umum. Memang ada keterikatan antara segala gerakan anti otoritarian dengan kekerasan, dan juga keterkaitannya dengan individualisme. Tapi tidak berhenti sampai disitu saja. Kaum anarkisme individualis yang biasanya menomorsatukan ego dan hasrat biasanya sangat dipengaruhi oleh Max Stiner. Dan orang2 kiri tradisional selalu menghubungkan juga inividual dengan Anarkisme itu sendiri. Ya padahal tidak sampai disitu saja. Memang ada beberapa varian dalam anarkisme.</p>
<p>Perpisahan marx dengan bakunin memang sudah klasik, tapi menurut pandangan saya ketakutan2 bakunin akan bentuk otoritas tunggal dalam hal ini negara terjadi. Dalam hal ini anarkisme sangat menolak otoritas tunggal atau hirarki. Tapi saya sangat sepakat bahwa tidak ada yang bisa menjamin hidup kita selain diri kita sendiri (dalam konteks hubungan masyarakat dengan negara).</p>
<p>Untuk PUNK sendiri mungkin pada awalnya ada keterkaitan dengan perkembangan anarkisme melalui musik dan fashion. tapi saya rasa itu sudah menjadi lifestyle saja. tidak semua anaka PUNK juga seorang anarkis. Walaupun untuk di indonesia kebanyakan mereka mengenal anarkisme melalui PUNk. Tapi tidak bisa melihat gerakan anti otoritarian hanya dengan melauli PUNk.</p>
<p>Dan untuk urusan crime thing (vandal dkk.) itu juga saat ini kebanyakan lifestyle aja. Tidak lebih dari itu.</p>
<p>SalamMalaz</p>
<p>meQ</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rudylatuperissa</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/#comment-42</link>
		<dc:creator>rudylatuperissa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 12:06:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=28#comment-42</guid>
		<description>@Oni : terdapat banyak sekali liku-liku sejarah yang diungkapkan oleh berbagai sumber. Hal ini sangat wajar, ketika sejarah menjadi komoditi untuk menyakinkan &quot;pembenaran-pembenaran&quot; yang ada. Namun bukan berarti kita dapat begitu saja terpengaruh dengan pembernaran-pembenaran tersebut. Yang penting kita mau mencari terus kebenaran, meski sulit dan berliku. 

Memungkinkan pula peristiwa yang diungkapakan dari sumber tersebut. Komunisme dan Anarkisme berdasarkan beberapa literatur yang pernah saya konsumsi, bersinggungan dan memiliki keterkaitan yang kuat. Akan tetapi jika dikatakan bahwa kontradiksi yang terjadi pada perjalanan sejarahnya disebabkan oleh ketidaksepakatan terhadap &quot;kekuasaan&quot; semata, tampaknya masih perlu untuk di kaji terus. Tampaknya bukan hanya itu.

Menurut hemat saya, gerakan punk telah bergeser dari gerakan-gerakan semula dari anarkisme. Meski ada terdapat beberapa idiom yang terus dijunjung, tetapi isi dari perjuangannya telah berbeda. Bahkan ada pula yang sudah tidak wajar dan melenceng jauh. Meski mereka mengklaim adalah bagiannya. Parahnya gerakan ideologi dibawa keranah penampilan fisik yang seragam dan membabi buta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Oni : terdapat banyak sekali liku-liku sejarah yang diungkapkan oleh berbagai sumber. Hal ini sangat wajar, ketika sejarah menjadi komoditi untuk menyakinkan &#8220;pembenaran-pembenaran&#8221; yang ada. Namun bukan berarti kita dapat begitu saja terpengaruh dengan pembernaran-pembenaran tersebut. Yang penting kita mau mencari terus kebenaran, meski sulit dan berliku. </p>
<p>Memungkinkan pula peristiwa yang diungkapakan dari sumber tersebut. Komunisme dan Anarkisme berdasarkan beberapa literatur yang pernah saya konsumsi, bersinggungan dan memiliki keterkaitan yang kuat. Akan tetapi jika dikatakan bahwa kontradiksi yang terjadi pada perjalanan sejarahnya disebabkan oleh ketidaksepakatan terhadap &#8220;kekuasaan&#8221; semata, tampaknya masih perlu untuk di kaji terus. Tampaknya bukan hanya itu.</p>
<p>Menurut hemat saya, gerakan punk telah bergeser dari gerakan-gerakan semula dari anarkisme. Meski ada terdapat beberapa idiom yang terus dijunjung, tetapi isi dari perjuangannya telah berbeda. Bahkan ada pula yang sudah tidak wajar dan melenceng jauh. Meski mereka mengklaim adalah bagiannya. Parahnya gerakan ideologi dibawa keranah penampilan fisik yang seragam dan membabi buta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oni Suryaman</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/#comment-41</link>
		<dc:creator>Oni Suryaman</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 02:44:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=28#comment-41</guid>
		<description>mengapa anarki mendapat nama buruk, kata seorang teman yang kebetulan belajar anarkisme:

mulanya kaum anarkis dan komunis bersatu untuk memperjuangakan masyarakat bebas yang tidak tertindas. perpecahan anarkisme dan komunisme terjadi waktu para anarkis yang emang emoh dipimpin dipaksa untuk mengikuti garis partai. mereka yang mbalelo ini ditindas oleh para komunis dan pada saat itu ada sebuah ungkapan yang diucapkan kaum komunis bagi orang yang melanggar garis aturan partai: &quot;anarkis loe!&quot;

sejak itulah anarkis berarti tidak mau turut aturan, padahal mereka sebenarnya lebih dari itu. anarkis modern mungkin dapat dilihat dari gerakan punk, yang berslogan &quot;DO IT YOURSELF&quot;. anarkis adalah berarti mengatur diri sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mengapa anarki mendapat nama buruk, kata seorang teman yang kebetulan belajar anarkisme:</p>
<p>mulanya kaum anarkis dan komunis bersatu untuk memperjuangakan masyarakat bebas yang tidak tertindas. perpecahan anarkisme dan komunisme terjadi waktu para anarkis yang emang emoh dipimpin dipaksa untuk mengikuti garis partai. mereka yang mbalelo ini ditindas oleh para komunis dan pada saat itu ada sebuah ungkapan yang diucapkan kaum komunis bagi orang yang melanggar garis aturan partai: &#8220;anarkis loe!&#8221;</p>
<p>sejak itulah anarkis berarti tidak mau turut aturan, padahal mereka sebenarnya lebih dari itu. anarkis modern mungkin dapat dilihat dari gerakan punk, yang berslogan &#8220;DO IT YOURSELF&#8221;. anarkis adalah berarti mengatur diri sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yodie</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/#comment-30</link>
		<dc:creator>Yodie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 11:51:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=28#comment-30</guid>
		<description>hmm...

bakhunin...

berpisah dengan Marx...

!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm&#8230;</p>
<p>bakhunin&#8230;</p>
<p>berpisah dengan Marx&#8230;</p>
<p>!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ade</title>
		<link>http://latuperissamedia.wordpress.com/2008/05/30/mendudukan-kembalikan-makna-anarki/#comment-19</link>
		<dc:creator>ade</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 16:42:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://latuperissamedia.wordpress.com/?p=28#comment-19</guid>
		<description>kalo belum percaya ama penjelasan opha,,silahkan hubungi didot klasta...seorang yang &quot;belajar lebih&quot; tentang anarki...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo belum percaya ama penjelasan opha,,silahkan hubungi didot klasta&#8230;seorang yang &#8220;belajar lebih&#8221; tentang anarki&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
