Ikan Besar di Kolam Kecil

Sebuah argumentasi baru saja saya baca, dalam buku dengan judul “Connected”, karangan Nicholas A. Christakis, M.D., Ph.D. & James H. Flower, Ph.D. Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan percobaan fenomena menunjukkan bahwa seringkali orang lebih memperhatikan kekedudukan relatifnya di dunia daripada kedudukan absolutnya. Orang mengukur kemakmuran bukan berdasarkan berapa banyak uang yang mereka dapat atau berapa banyak barang yang mereka konsumsi, tetapi justru berapa yang mereka dapat atau konsumsi dibandingkan dengan orang lain yang mereka kenal.

Kritik tajam terhadap kehidupan sosial manusia modern. Hal tersebut berani saya katakan, karena fenomena tersebut semakin menjadi-jadi. Terlebih lagi ketika kita “terjebak” dalam peliknya persoalan kemasyarakatan di negara dunia ketiga. Continue reading

Utopia, Hidup Sejahtera yang Merata

Sesaat setelah membaca sebuah artikel yang ditulis oleh seorang Guru Besar FE UKSW, dengan Judul Neo-liberalisme dan Neo-sosialisme, dalam sudut pikiran saya mulai muncul sebuah respon balik. Respon berbentuk pertanyaan-pertanyaan, yang muncul karena ternyata kita sedang berada pada dunia yang terus berusaha untuk “sempurna”. Sayangnya, keadaan (Entah Walfare State ataupun Social State) yang diidamkan tidak kunjung tiba, yang ada hanyalah kontradiksi dalam sebuah dialektika yang tak berujung pangkal.

Contoh simple, Kehadiran “Reagenomics dan Thatcherism“, oleh sebagian orang dianggap sebagai obat mujarab bagi krisis ekonomi yang tejadi di akhir tahun 70-an hingga awal tahun 80-an. Persoalan efisiensi Continue reading

Ketika “Negarawan” Bicara Golput

“Orang-orang golput seharusnya tidak boleh menjadi WNI, karena mereka menghancurkan sistem dan tatanan demokrasi serta perundang-undangan di negara ini”

Kalimat diatas merupakan statement yang dilontarkan oleh seorang, yang katanya negarawan oleh sebagian orang, Megawati Soekarnoputri, saat memberikan orasi dalam Kampanye pemilihan Gubernur Maluku (www.Kompas.com). Masih dalam ingatan saya, sebelumnya Megawati juga pernah mengatakan bahwa “Golput adalah tindakan egois” disela-sela kampanye di Tegal, Jawa Tengah. Tak luput pula, Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden, juga pernah melontarkan hal senada.

Pertanyaannya, apa sih sebenarnya yang dipermasalahkan dari kelompok masyarakat yang mengatakan dirinya Golput, sehingga seorang “negarawan” sekelas Megawati dan Continue reading

Euro 2008 : Eksploitasi Besar-besaran terhadap Bangsa Penonton

Revolusi Industri yang terjadi pada akhir abad 18, telah berhasil me-reform peradaban ekonomi di dataran eropa. Tak terkecuali, Paradigma ekonomi yang berpondasikan industri padat karya, diformat ulang menjadi industri yang padat mesin dan teknologi. Meski terdapat ekses negatif yang dimunculkan, akan tetapi sebagian besar mahluk berakal telah merasakan kenikmatan dampak dari sejarah dunia ini. Tentunya, Ekonomi yang kapitalistik semakin dipercayai akan memberikan kesejahteraan dunia.

Tetapi tunggu dulu!, bagaimana dengan kesejahteraan yang merata? sudahkah ada kejelasan mengenai Continue reading